Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Artikel Kesehatan » Penyakit Scabies, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Penyakit Scabies, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

(199 Views) Mei 15, 2017 4:01 pm | Published by | No comment

Penyakit Scabies, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Penyakit Scabies, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya – Scabies (kudis) ialah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau/kutu rumah, yakni Sarcoptes scabiei. Tungau ini sangat mudah sekali menular jika ada salah satu yang terinfeksi pada anggota keluarga serumah dengan medianya melalui handuk, sofa, tempat tidur, karpet, dll.

Penyakit Scabies, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Gejala scabies antara lain :

  • Gatal yang bisa mengenai seluruh bagian tubuh, seperti lipat paha, sela jari, ketiak, sekitar kelamin, dll.
  • Gatal akan semakin terasa ketika malam hari.
  • Bentol bentol, bintil berisi air di bagian yang gatal.
  • Terdapat anggota keluarga serumah dengan ciri yang sama.

Penyebab dan Gejala Scabies

Penyebab scabies menular ini yaitu tungau Sarcoptes scabiei. Tungau akan menggali liang seperti terowongan untuk bersarang dibawah lapisan kulit luar (epidermis).

Area disekitar sarang itu lalu akan terasa gatal, terlebih saat malam hari ketika suhu tubuh lebih hangat dan akhirnya membentuk ruam. Gatal yang Anda rasakan disebabkan oleh reaksi alergi tubuh terhadap protein dan feses tungau. Untuk itu, gejala gatal tetap bisa tersisa hingga kurun waktu tertentu meski semua tungau telah dibasmi.

Biasanya, scabies mempunyai masa inkubasi sekitar 30–42 hari sebelum timbul gatal dan ruam. Namun, bila Anda pernah menderita scabies/kudis, waktu kemunculan gejala bisa lebih cepat (umumnya dalam 24–48 jam).

Umumnya ruam tempat tungau bersarang muncul di sela-sela jari, ketiak, telapak tangan dan kaki, sekitar payudara, pergelangan tangan, sekitar puting susu, dan siku. Demikian juga disekitar selangkangan, lutut, bokong, dan sekitar area organ intim.

Pada bayi dan anak-anak, biasanya ada beberapa bagian tubuh lain yang juga mengalami ruam, yakni kulit kepala, leher dan wajah.

Penularan Scabies

Rantai penularan penyakit scabies yaitu melalui kontak kulit secara langsung dalam waktu yang lama diantara penderita dan orang sehat. Cara penularannya bisa seperti berpeganan tangan dalam waktu yang lama atau berhubungan seks. Walaupun jarang, scabies mungkin menular melalui pemakaian baju, handuk, dan seprai pengidap.

Tungau scabies yang berada diluar tubuh manusia mampu bertahan hidup dalam waktu tak lebih dari 3 hari. Dalam jangka waktu tersebut ada kemungkinan orang-orang serumah dengan pengidap bisa tertular melalui benda yang tercemar tungau ini.

Pada pengidap scabies yang tanpa gejala, rantai penularan bisa sangat cepat terjadi sebab pengidap tidak menyadari kondisinya dalam beberapa minggu setelah terinfeksi.

Scabies juga bisa menular bila terjadi kontak langsung dengan hewan yang menderita scaies, namun hanya reaksi kulit ringan bersifat sementara. Perlu anda tahu, jika hewan peliharaan seperti anjing dan kucing mempunyai jenis tungau berbeda dengan Sarcoptes scabiei.

Pengobatan Scabies

Tungau scabies akan terus tumbuh dan berkembang dalam lapisan kulit penderita bila tidak dilakukan pengobatan yang tepat. Tungau ini tahan terhadap air hangat dan sabun sehingga tak dapat dimatikan walau pengidap telah menggosok tubuh hingga bersih saat mandi. Pengidap akan tetap memerlukan pengobatan medis.

Jika seseorang positif terdiagnosis mengidap scabies, pemberian obat dalam bentuk losion/krim mungkin akan dokter berikan. Obat oles tersebut mengandung insektisida yang mampu mematikan tungau penyebab scabies.

Pastikan kulit Anda bersih dan kering sebelum mengaplikasikan obat oles. Jauhi pengolesan ketika suhu kulit masih hangat (seperti setelah mandi air hangat), sebab obat oles akan dengan cepat terserap tubuh sebelum memerangi sarang sarang tungau.

Komplikasi Bahaya Scabies

Bila terus-terusan digaruk, maka permukaan kulit tempat ruam scabies akan mengalami luka sehingga sangat rentan terkena infeksi oleh bakteri seperti impetigo. Biasanya, infeksi kulit ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes atau Staphylococcus aureus.

Komplikasi berupa keropeng yang lebih parah juga bisa terjadi. Ruam scabies akan bersisik, membentuk koreng dan berukuran besar. Komplikasi ini timbul akibat banyaknya jumlah tungau dan bisa terjadi secara luas di kulit. Penyakit ini juga disebut dengan istilah Norwegian scabies. Walau umumnya sedikit atau tak terasa gatal, keropeng sangat menular dan susah diobati.

Sejumlah kelompok orang yang lebih rentan mengalami komplikasi ini yaitu para manula yang tinggal dipanti jompo, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah (seperti akibat menderita HIV, menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat steroid).

Post by : jellygamatqnc.net

Penyakit Scabies, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Categorised in:

No comment for Penyakit Scabies, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *