Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Artikel Kesehatan » Penyakit Miom, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Penyakit Miom, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

(44 Views) Mei 12, 2017 4:00 pm | Published by | No comment

Penyakit Miom, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Penyakit Miom, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya – Miom ialah pertumbuhan sel tumor didalam atau disekitar uterus/rahim yang tidak bersifat ganas atau kanker. Asal mula munculnya miom, yaitu dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan tersebut yang akhirnya membentuk tumor jinak

Penyakit Miom, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Sebagian wanita, pernah mempunyai miom pada hidup mereka. Tapi kadang-kadang keadaan ini tidak disadari oleh sebagian wanita yang mengidapnya karena miom tidak memunculkan gejala. Bila ada pun, tanda dan gejala yang mungkin akan dimunculkan akibat miom ialah :

  • Masa haid sangat menyakitkan atau masa haid berlebih
  • Rasa nyeri di bagian punggung bawah atau perut
  • Rasa tak nyaman, sakit ketika berhubungan seksual
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Mengalami konstipasi atau sembelit
  • Keguguran, kemandulan, atau masalah saat masa kehamilan (jarang terjadi).

Miom memiliki ukuran yang sangat beragam, mulai dari ukuran kecil hingga berukuran besar yang mengakibatkan rahim membesar. Pada satu periode, miom yang timbul mungkin hanya satu, tapi bisa juga timbul beberapa sekaligus.

Penyebab Timbulnya Miom

Saat ini, kemunculan miom masih belum diketahui penyebab pastinya. Munculnya kondisi ini dihubungkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang diproduksi oleh ovarium). Miom muncul biasanya di usia sekitar 16–50 tahun, ketika kadar estrogen pada diri wanita sedang tinggi tinggnya.

Setelah menopause, miom akan mengalami penyusutan. Hal tersebut diakibatkan adanya penurunan kadar estrogen. Satu dari tiga wanita mempunyai miom di usia yang sama, yakni di antara usia 30–50 tahun.

Miom cenderung muncul pada wanita dengan kondisi berat badan yang berlebih (obesitas). Meningkatnya berat badan, hormon estrogen didalam tubuh juga akan mengalami peningkatan. Bukan hanya itu, faktor genetik atau keturunan juga ikut serta dalam kasus miom. Wanita dengan ibu atau saudara perempuan yang pernah mengalami miom akan cenderung mempunyai miom.

Faktor lain yang dapat meningkatkan resiko munculnya miom yaitu haid yang di mulai terlalu dini, banyak konsumsi daging merah di bandingkan sayuran dan buah buahan, serta kebiasaan minum alkohol.

Resiko wanita mengalami miom akan bisa menurun usai melahirkan anak. Resiko itu akan semakin mengecil bila mempunyai lebih banyak anak.

Bahaya Penyakit Miom!!

Miom sangat berbahaya, miom mampu kurangi peluang kehamilan. Dan jika hamil pun, saat trisemester pertama bisa alami keguguran. Karena miom yang membesar akan membuat embrio terdorong hingga tidak bisa menempel dengan baik di dinding rahim.

Pengobatan Miom

Miom yang tidak menimbulkan tanda dan gejala tertentu, biasanya tidak membutuhkan pengobatan secara khusus. Biasanya, setelah menopause miom jenis ini akan mengalami penyusutan dan bahkan menghilang tanpa melakukan pengobatan.

Pengobatan akan di lakukan pada miom yang memunculkan tanda dan gejala. Pengobatan ini memiliki fungsi untuk mengurangi tanda dan gejala yang muncul. Jika pengobatan dilakukan tidak mempunyai efek, pelaksanaan tindakan operasi akan perlu dijalankan.

Post by : jellygamatqnc.net

Categorised in:

No comment for Penyakit Miom, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *