Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Artikel Kesehatan » Penyakit Keputihan, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Penyakit Keputihan, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

(35 Views) Juni 2, 2017 1:12 pm | Published by | No comment

Penyakit Keputihan, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Penyakit Keputihan, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya – Semua wanita tentu pernah mengalami keputihan. Keadaan alami ini berfungsi sebagai pembersih dan pelindung vagina dari infeksi dan iritasi. Wanita hamil juga dapat mengalami keputihan yang berkaitan dengan kehamilan.

Penyakit Keputihan, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Ketika mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari vagina nya. Lendir yang dihasilkan kelenjar dalam vagina dan leher rahim atau serviks ini akan keluar membawa sel-sel mati dan bakteri sehingga vagina dalam kondisi bersih. Penyakit Keputihan, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Penyebab Keputihan

Keputihan dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah faktor kebersihan yang buruk. Kebersihan didaerah vagina harus terjaga dengan baik.

Lantaran, bila daerah vagina wanita tidak terjaga kebersihannya, hal ini mampu memunculkan berbagai jenis penyakit dan keputihan menjadi salah satunya.

Kurangnya kebersihan di daerah vagina akan meningkatkan kelembaban vagina dan hal ini bisa menyebabkan terjadinya infeksi bakteri patogen yang dapat dengan mudah menyebar.

Tanda dan Gejala Keputihan

Warna, jumlah dan kekentalan lendir keputihan akan tergantung pada siklus menstruasi yang dialami seorang wanita. Seperti misalnya, jumlah lendir dapat lebih banyak saat masa subur atau menyusui. Normalnya, lendir memiliki warna bening atau keputih-putihan dan tidak menimbulkan bau. Lendir juga biasanya tidak disertai dengan rasa perih atau gatal di daerah vagina.

Bila Anda mengalami keputihan dengan gejala berbeda, Ada baiknya untuk waspada. Keputihan yang tak normal, kadang-kadang dapat mengindikasikan adanya penyakit tertentu. Seperti adanya perubahan warna dan kekentalan lendir, bau lendir yang tajam, jumlah lendir berlebihan, pendarahan diluar periode haid, nyeri pada perut dan rasa gatal disekitar vagina.

Keputihan abnormal sangat jarang dialami oleh wanita yang sudah menopause dan remaja putri yang belum melewati masa pubertas. Sebab itulah, segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter bila Anda, anak Anda atau anggota keluarga lain yang mengalaminya.

Jenis-jenis Keputihan Abnormal

Secara umum, keputihan yang tak normal terjadi karena infeksi. Terkadang keadaan ini bisa menjadi indikasi dari penyakit–penyakit tertentu sehingga Anda harus mewaspadainya. Berikut ini merupakan jenis-jenis keputihan yang tak normal:

  • Keputihan dengan lendir berwarna coklat/mengandung darah

Umumnya keputihan ini disebabkan oleh siklus haid yang tak teratur. Namun, tetap harus Anda waspadai karena meskipun jarang, keadaan ini dapat menjadi indikasi dari kanker serviks/rahim.

  • Keputihan dengan pendarahan dan rasa nyeri

Rasa nyeri di tulang panggul atau ketika buang air kecil dan timbulnya pendarahan di luar siklus haid atau saat setelah berhubungan seks yang menyertai keputihan, bisa mengindikasikan penyakit gonore atau klamidia. Bila terus dibiarkan, kedua penyakit menular seksual (pms) ini mampu picu infeksi serius pada organ reproduksi wanita.

  • Keputihan dengan lendir berwarna kuning, hijau dan berbuih

Biasanya jenis keputihan ini disebabkan oleh trikomoniasis (Trichomonas vaginalis). Lendir akibat infeksi ini berbau amis, berjumlah banyak dan terasa perih ketika buang air kecil.

  • Keputihan disertai luka melepuh di area genital

Penyebab jenis keputihan abnormal ini biasanya yaitu herpes genital. Penyakit ini dapat memunculnya lepuhan yang sangat terasa nyeri di area organ intim.

  • Keputihan dengan berwarna putih, lendir kental dan rasa gatal

Infeksi jamur pada vagina dapat menjadi pemicu jenis keputihan tak normal ini. Indikasinya bisa berupa lendir yang kental, berwarna putih dan tanpa bau, layaknya seperti susu kental. Gejala lain yang bisa menyertainya yaitu rasa perih dan gatal di daerah vagina.

  • Keputihan dengan lendir encer berwarna putih/abu-abu dan berbau amis

Perubahan keseimbangan pada jumlah bakteri normal di vagina bisa sebabkan vaginosis bakterialis. Lendir yang akan muncul dapat encer, berbau amis dan berwarna putih/abu-abu, namun tidak disertai iritasi atau rasa gatal.

Bahaya Keputihan

Sangat jarang wanita mengetahui apa itu keputihan dan kadang-kadang menganggap enteng pada permasalahan keputihan ini. Padahal keputihan tidak bisa kita anggap enteng. Karena akibat keputihan bisa sangat fatal jika terlambat mengobati. Bukan hanya mampu mengakibatkan hamil diluar kandungan dan kemandulan, keputihan juga dapat menjadi gejala awal kanker leher rahim yang berujung pada kematian.

Pengobatan dan Pencegahan Keputihan

Jenis pengobatan untuk keputihan akan sangat bergantung pada penyebabnya. Seperti, jika keputihan disebabkan oleh jamur, maka resep yang akan dokter berikan kepada Anda berupa obat antijamur. Jenis obatpun bisa beragam mulai dari pil yang diminum dan krim yang dioleskan dibagian dalam kemaluan.

Keputihan bisa Anda hindari dengan berbagai macam cara, di antaranya membersihkan vagina secara teratur menggunakan air hangat dan sabun tanpa kandungan bahan kimia. Selain itu, bersihkan vagina mulai dari arah depan ke belakang guna menghambat bakteri masuk ke dalam vagina. Memakai pakaian dalam berbahan katun yang lembut juga dapat membantu pencegahannya.

Post by : jellygamatqnc.net

Penyakit Keputihan, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Save

Categorised in:

No comment for Penyakit Keputihan, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *