Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Gejala Penyakit A-Z » Penyakit Hernia, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Penyakit Hernia, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

(68 Views) April 28, 2017 1:02 pm | Published by | No comment

Penyakit Hernia, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Penyakit Hernia, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya – Hernia merupakan kondisi di mana terdapat kelemahan pada dinding atau otot, sehingga organ dibagian dalam dinding tersebut keluar melalui celah atau defek tersebut. Sebagai contoh, organ dalam perut seperti usus besar keluar melalui defek pada dindingperut tersebut.

Penyakit Hernia, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Terdapat beberapa faktor yang diduga bisa tingkatkan kemungkinan seseorang mengalami hernia. Berikut faktor-faktor penyebab hernia :

  • Sembelit atau konstipasi yang menyebabkan seseorang harus mengejan
  • Kehamilan yang mampu meningkatkan tekanan dalam perut
  • Kenaikan berat badan secara mendadak
  • Penumpukan cairan didalam rongga perut (abdomen)
  • Mengangkat beban berat
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Batuk yang berkepanjangan

Jenis-jenis Hernia

Lokasi kemunculan penyakit hernia ada diseluruh abdomen. Umumnya, jenis-jenis hernia terbagi berdasarkan letaknya, yaitu :

  • Hernia inguinalis

Jenis hernia yang umumnya terjadi pada pria. Jenis ini terjadi ketika ada jaringan lemak atau sebagian usus di abdomen yang mencuat ke selangkangan.

  • Hernia femoralis

Wanita lebih cenderung mengalami jenis hernia ini, di mana terjadi ketika ada sebagian usus atau jaringan lemak mencuat ke bagian atas paha bagian dalam.

  • Hernia umbilikus

Terjadi ketika ada sebagian usus atau jaringan lemak menonjol di dinding abdomen, dekat pusar. Bayi bisa mengalami jenis hernia ini akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna saat setelah bayi lahir. Sementara pada orang dewasa, adanya tekanan berlebihan pada abdomen menjadi pemicu hernia jenis ini.

  • Hernia insisi

Jenis hernia ini termasuk salah satu resiko komplikasi operasi bagian perut. Terjadi saat ada jaringan mencuat melalui luka operasi yang belum sembuh di abdomen.

  • Hernia hiatus

Terjadi ketika ada bagian lambung masuk melalui celah pada diafragma dan mencuat ke rongga dada. Walau terkadang tanpa gejala, nyeri ulu hati adalah indikasi yang mungkin saja terjadi bila mengalami hernia jenis ini.

  • Hernia Spigelian

Terjadi ketika ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut dan menonjol didinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar

  • Hernia diafragma

Terjadi ketika ada organ perut berpindah ke rongga dada lewat celah pada diafragma. Seperti halnya hernia umbilikus, jenis hernia ini juga dapat dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma kurang sempurna.

  • Hernia epigastrik

Terjadi ketika ada jaringan lemak yang menonjol pada dinding abdomen, diantara pusar dan tulang dada bagian bawah.

  • Hernia otot

Terjadi ketika ada sebagian otot yang mencuat pada rongga perut. Jenis hernia ini juga bisa terjadi pada otot kaki akibat cedera saat olahraga.

Periksakan diri Anda ke dokter secepatnya, terlebih jika Anda mengalami tanda dan gejala seperti rasa nyeri yang tak tertahankan dan muncul secara tiba-tiba, sulit buang air besar, mual bahkan muntah, hernia yang mengeras atau nyeri ketika disentuh dan tidak dapat didorong masuk.

Bahaya Hernia yang tidak diobati

Hernia merupakan penyakit anatomis, sehingga pengobatannya yaitu dengan prosedur operatif. Ada beberapa teknik operasi penyakit hernia, dan pemilihan tersebut akan disesuaikan dengan keadaan pasien, jenis hernia, dan berdasarkan tingkat berat ringan atau komplikasi yang dimunculkan akibat penyakitnya.

Apakah hernia memengaruhi kesuburan? Kesuburan umumnya tidak berhubungan dengan hernia ataupun teknik operasi hernia. Akan tetapi, pada kasus tertentu seperti misalnya penyakit hernia berulang, hernia yang mengalami komplikasi nekrosis atau kematian jaringan usus lalu terjadi peradangan dan perlengketan organ, dan lainnya, bisa berpengaruh pada kesuburan baik pria ataupun wanita.

Memang, beberapa jenis hernia dapat ditindak lanjuti dengan observasi, tidak harus dioperasi, seperti misalnya hernia ringan. Tapi mengenai berat ringannya kondisi pasien, ada baiknya lakukan terapi yang sesuai dikonsultasikan dengan dokter yang memeriksa secara langsung.

Post by : jellygamatqnc.net

Penyakit Hernia, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Categorised in:

No comment for Penyakit Hernia, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *