Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Artikel Kesehatan » Penyakit Gerd, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Penyakit Gerd, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

(41 Views) Mei 14, 2017 9:00 am | Published by | No comment

Penyakit Gerd, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Penyakit Gerd, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya – GERD (Gastroesophageal reflux disease) adalah penyakit saluran pencernaan karena asam lambung naik ke esofagus. Kondisi ini akan membuat seseorang merasa mual atau bahkan muntah dan dada terasa panas seperti terbakar.

Penyakit Gerd, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Akibat asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus, maka sifat asam yang korosif mampu mengiritasi lapisan permukaan esofagus. Ini akan menyebabkan rasa panas di dada atau heartburn hingga bagian dalam leher dan bahkan tenggorokan. Beberapa orang juga merasakan sensasi asam di mulutnya.

GERD terjadi saat ada gangguan pada sphincter (katup) bagian bawah esofagus. Secara normal, sphicnter tertutup kuat untuk menahan isi lambung agar tak naik kembali. Tetapi saat lemah, isi lambung bisa naik ke kerongkongan.

Gejala GERD

Berikut gejala GERD yang perlu diketahui :

  • Sensasi terbakar di dada (heartburn), terkadang menyebar hingga ke tenggorokan, dan rasa asam dimulut
  • Kesulitan menelan
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk kering
  • Sakit dada
  • Rasa tak nyaman, ada benjolan ditenggorokan
  • Suara serak
  • Regurgitasi (mual dan muntah) cairan asam lambung atau makanan

Gejala GERD di atas tidak selalu timbul semua, sebab tergantung juga pada tingkat keparahan GERD.

Penyebab GERD

Perbatasan antara lambung dan esofagus terdapat sphincter, yakitu otot melingkar yang mampu menutup (mengencang) dan membuka (mengendur). Saat menelan makanan, otot sphincter tersebut akan membuka sehingga cairan dan makanan mengalir menuju lambung dan setelahnya sphincter kembali menutup.

Tetapi, bila katup ini melemah atau melonggar abnormal, maka asam lambung ataupun isi lambung bisa mengalir kembali ke kerongkongan (refluks), dan munculah rasa mual dan mual.

Bila asam lambung terus menerus refluks, maka bisa mengiritasi lapisan esofagus, membuatnya mengalami peradangan. Seiring waktu, peradangan bisa merusak lapisan esofagus dan memunculkan komplikasi seperti perdarahan, penyempitan esofagus, atau Barrett’s esophagus (keadaan prakanker).

Pengobatan GERD

Untuk mengobati GERD, setidaknya dibutuhkan 2 macam pengobatan yaitu dengan konsumsi obat GERD dan melakukan perubahan gaya hidup.

Obat GERD

Obat yang dibutuhkan untuk GERD yaitu pentralisir asam lambung, menguatkan sfingter, mengurangi produksi asam lambung dan mengatasi lapisan saluran cerna yang rusak akibat asam lambung. Berikut adalah obat-obatan yang di maksud :

  • Antasida. Obat ini memiliki fungsi menetralisir asam lambung, ada dalam bentuk tablet dan sirup. Contohnya promag, antasida doen, mylanta, dll.
  • H2 Receptor Blocker. memiliki fungsi untuk kurangi produksi asam lambung. Contohnya nizatidine, cimetidine, famotidine dan ranitidine.
  • Inhibitor pompa proton. Bisa memberikan waktu untuk jaringan esofagus yang mengalami kerusakan untuk memperbaiki diri. Contohtnya: omeprazole dan lansoprazole.
  • Penguat Sfingter. Obat penguat sfingter esofagus bagian bawah ialah Baclofen yang mampu turunkan frekuensi relaksasi dari sfingter esofagus bagian bawah dan karena itu bisa turunkan gastroesophageal reflux.

Perubahan Gaya Hidup

Selain Obat GERD di atas, dibutuhkan juga perubahan gaya hidup untuk kurangi penyakit GERD, di antaranya :

  • Berat Badan Ideal. Usahakan memiliki berat badan ideal, karena kegemukan hanya akan memperparah GERD. Ini disebabkan oleh lemak di perut akan menambah tekanan pada lambung.
  • Jangan Gunakan Pakaian ketat. Pakaian ketat disekitar perut atau pinggang memiliki potensi menekan lambung sehingga bisa memperburuk gejala GERD.
  • Hindari makanan dan minuman Pemicu. Setiap orang mempunyai pemicu GERD tertentu. Pemicu tersering ialah lemak atau makanan yang digoreng, alkohol, saus tomat, mint, cokelat, bawang merah, bawang putih, dan kafein yang bisa membuat gejala GERD lebih buruk.
  • Makan Porsi Kecil. Jangan makan dalam jumlah berlebihan atau banyak.
  • Jangan merokok. Merokok mampu kurangi kemampuan sphincter untuk berfungsi dengan baik.

Itulah informasi mengenai GERD, temui dokter bila Anda mengalami gejala GERD parah/sering. Cari bantuan medis segera bila Anda merasakan nyeri dada terlebih disertai tanda dan gejala lain, seperti sesak nafas atau sakit rahang atau lengan. Mungkin saja hal tersebut adalah tanda dan gejala serangan jantung.

Post by : jellygamatqnc.net

Penyakit Gerd, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Save

Categorised in:

No comment for Penyakit Gerd, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *