Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Artikel Kesehatan » Penyakit Endometriosis, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Penyakit Endometriosis, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

(10 Views) Juni 9, 2017 2:03 pm | Published by | No comment

Penyakit Endometriosis, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Penyakit Endometriosis, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya – Endometriosis ialah salah satu jenis  penyakit wanita, dan berkaitan dengan organ reproduksi. Sebetulnya pengidap penyakit ini cukup banyak. Hanya saja, mereka para wanita tak terlalu memedulikan. Sehingga mereka tidak mengetahui jika dirinya sudah menjadi salah satu pengidapnya. Bisa jadi, anda juga salah satu pasien dari penyakit ini.

Penyakit Endometriosis, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Endometriosis adalah kondisi di mana ditemukannya bercak–bercak jaringan tubuh endometrium yang berusaha untuk tumbuh diluar rahim. Padahal, semestinya endometrium ini ada didalam lapisan perut rahim. Tepatnya berada di lapisan rongga perut atau hanya sebatas dipermukaan organ perut.

  • Penyebab Penyakit Endometriosis

Penyebab pasti tumbuhnya jaringan endometrium diluar rahim masih belum diketahui. Tetapi ada teori yang mengungkap bahwa penyakit endometriosis terjadi akibat dinding rahim yang luruh ketika menstruasi gagal dikeluarkan didalam tubuh dan pada akhirnya melekat pada organ dalam panggul. Sayangnya, teori ini tidak dapat menjelaskan mengapa endometriosis juga terjadi pada wanita yang telah melakukan pengangkatan rahim atau histerektomi.

Adapun faktor resiko yang berpotensi memicu munculnya penyakit ini yaitu salah satunya hormon estrogen. Tingginya hormon estrogen terbukti mampu memperburuk kondisi. Sebab itulah endometriosis umumnya menyerang wanita di usia produktif. Selain estrogen, yang juga diduga sebagai pemicunya adalah faktor keturunan, daya tahan tubuh, adaptasi sel sesuai lingkungan organnya dan paparan lingkungan.

  • Gejala Penyakit Endometriosis

Bila anda sering mengeluh datang rasa sakit perut hingga panggul, lalu kasus menstruasi tak teratur, padahal sudah ada di dalam tahap dewasa, maka Anda perlu berhati-hati. Terlebih lagi jika sampai anda merasa kesakitan ketika melakukan hubungan seks dengan pasangan. Ada risiko dan kemungkinan anda menderita penyakit endometriosis.

Namun gejala yang dimunculkan tiap orang bisa berbeda. Maka sejumlah sumber, justru menulis bahwa penyakit endometriosis merupakan penyakit yang tak bergejala. Penyakit Endometriosis, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

  • Bahaya Penyakit Endometriosis

  1. Siklus haid lebih awal. Mereka dengan endometriosis cenderung alami siklus haid lebih awal. Pada wanita normal, biasanya akan mengalami haid pada siklus 28 hari setelahnya. Namun pada wanita dengan endometriosis malah kurang dari 27 hari tersebut. Karena endometriosis menyerang bagian kesuburan wanita.
  2. Siklus haid lebih lama. Bila seorang wanita dengan endometriosis dapat terkena siklus haid lebih awal, maka ada kemungkinan lain juga yang pasti muncul. Kebalikannya, mereka yang memiliki gangguan endometriosis justru bisa mengalami siklus haid lebih lama dari biasanya, bisa terjadi lebih dari 7 hari dan bahkan hingga 14 hari lamanya.
  3. Haid pertama lebih awal. Saat ini tidak sedikit anak gadis yang alami haid lebih awal. Rata-rata sekarang, wanita mengalami haid di usia 10 tahun. Mungkin ini terjadi karena nutrisinya terlampau baik. Sehingga hormon pertumbuhan dan perkembangannya juga baik. Namun, ada kemungkinan lain juga, seperti mungkin boleh jadi anak tersebut terkena endometriosis.
  4. Orgasme saat haid. Wanita dengan gangguan endometriosis berkemungkinan besar mengalami orgasme saat sedang dalam kondisi haid. Padahal hal ini tak terlalu baik bagi perkembangan kedepannya.
  5. Sakit dibeberapa organ tubuh. Rasa sakit saat haid mungkin menjadi sebuah tradisi bagi beberapa orang. Bila saat haid anda keluhkan rasa sakit dibagian perut dan panggul, ada risiko kemungkinan anda menderita endometriosis.
  6. Sakit saat melakukan hubungan seksual. Masalah endometriosis memang menyerang  saat sedang mengalami menstruasi. Selain itu, penderita endometriosis juga akan merasakan sakit saat sedang melakukan hubungan intim dengan pasangannya.
  7. Sakit saat buang air kecil. Rasa sakit yang muncul saat buang air kecil bisa menjadi tanda endometrium menempel di salah satu organ yang memiliki peranan dalam proses ekskresi, misalnya ginjal.
  8. Risiko kemandulan. Karena jaringan endometrium yang seharusnya menempel pada lapisan rahim, malah tumbuh dan berkembang di jaringan organ lain, maka timbul kemungkinan lain juga, salah satu pengaruh terbesar yaitu mengalami kemandulan.
  9. Risiko kematian. Endometriosis sangat mengancam organ reproduksi wanita, yang mana dianggap sangat penting. Untuk itu bila Anda merasa ada yang aneh pada kondisi fisik, segera periksakan ke dokter.
  • Pengobatan Penyakit Endometriosis

Karena penyebab pasti belum diketahui, maka langkah pengobatan endometriosis yang akurat  juga tak ada. Tujuan pengobatannya yaitu untuk meringankan gejala agar tidak mengganggu aktifitas keseharian penderitanya.

Rasa sakit luar biasa ketika haid yang menjadi gejala utama endometriosis ini bisa diringankan dengan mengonsumsi obat pereda nyeri atau terapi hormon. Penanganan dengan cara prosedur operasi juga dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan endometriosis, terlebih untuk pengidap penyakit yang berencana ingin punya anak.

Post by : jellygamatqnc.net

Penyakit Endometriosis, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Categorised in:

No comment for Penyakit Endometriosis, Penyebab, Gejala, Bahaya Dan Pengobatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *