Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Artikel Kesehatan » Penyakit Campak, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Penyakit Campak, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

(32 Views) Mei 1, 2017 9:24 am | Published by | No comment

Penyakit Campak, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Penyakit Campak, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya – Campak ialah infeksi virus yang ditandai oleh timbulnya ruam diseluruh tubuh dan bisa menular. Campak akan sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius.

Penyakit Campak, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Tanda dan gejala campak akan mulai bermunculan sekitar 1-2 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh. Gejala tersebut ialah :

  • Mata merah
  • Demam
  • Mata menjadi sensitif pada cahaya
  • Bercak putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan
  • Ciri-ciri seperti pilek (misalnya hidung beringus, radang tenggorokan, atau hidung tersumbat)

Bercak atau ruam berwarna merah kecokelatan akan timbul pada kulit setelah beberapa hari terinfeksi. Urutan munculnya bercak ini yaitu dari bagian belakang telinga, sekitar kepala, lalu ke leher. Hingga pada akhirnya ruam menyebar keseluruh tubuh. Bukan hanya itu, pengidap juga memiliki potensi untuk mengalami bengkak pada kelenjar getah bening dileher.

Akan lebih baik jiga Anda segera menghubungi dokter, rumah sakit, atau klinik terdekat bila mencurigai Anda atau orang terdekat Anda menderita campak. Diagnosis campak dapat dilakukan dengan melihat tanda dan gejala yang dimunculkan. Namun, untuk memastikan diagnosis campak, darah dan sampel air liur diambil untuk tes.

Penyakit ini disebut juga campak merah atau rubeola. Sudah ada vaksin untuk menghambat penyakit campak. Vaksin ini termasuk ke dalam bagian dari vaksin MMR (campak Jerman, campak, gondongan).

Pengidap Campak di Indonesia..

Tahun 1982, Program imunisasi campak di Indonesia dimulai.  Menurut data dari DEPKES tahun 2015, Indonesia mempunyai cakupan imunisasi campak kategori sedang di Asia Tenggara, yaitu 84.0%. Saat ini Indonesia berkomitmen mencapai angka cakupan imunisasi campak sebesar 95.0% diakhir tahun 2020. Ini disebabkan campak masuk dalam 10 besar penyebab kematian terbanyak pada balita di Indonesia.

Data dari DEPKES RI menunjukkan bahwa angka kejadian campak sudah menurun signifikan dari tahun 2007 dengan total kasus 18.488 menjadi total kasus 8.185 di tahun 2015. Meskipun mengalami penurunan yang berarti, cakupan imunisasi campak sangat perlu diperluas sampai ke seluruh daerah di Indonesia, guna untuk mencapai target Indonesia Bebas dari Campak di tahun 2020.

Penyebaran Virus Campak

Bagi pengidap campak, virus campak berada didalam percikan cairan yang dikeluarkan ketika mereka batuk dan bersin. Virus campak akan menginfeksi siapa pun yang menghirup percikan cairan ini.

Virus campak dapat bertahan dipermukaan selama beberapa jam dan mampu bertahan menempel dibenda-benda lain. Ketika kita menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus, lalu tangan ditempelkan ke mulut atau hidung, kita akan ikut terinfeksi.

Campak akan lebih sering menimpa pada balita. Namun, pada dasarnya semua orang dapat terinfeksi virus campak, terlebih yang belum pernah mengalami campak atau yang belum diberikan vaksinasi campak.

Pengobatan Campak

Biasanya diagnosis campak sudah bisa ditegakkan oleh dokter dengan hanya melihat karakteristik bercak atau ruam yang ada didalam mulut dan berdasarkan penjelasan tanda dan gejala yang Anda alami.

Tapi pada beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menjalankan pemeriksaan kultur virus dari air liur dan pemeriksaan darah sederhana untuk memastikan diagnosis. Meski kedua pemeriksaan ini jarang dilakukan, kecuali Anda menunjukkan tanda dan gejala yang kurang pasti.

Sistem imun manusia secara alami mampu melawan infeksi virus campak. Belum ada obat khusus untuk mengatasi campak. Biasanya, keadaan penderita akan membaik tanpa penanganan khusus dalam waktu 1-2 minggu.

Sebelum sistem imun melawan infeksi virus, keadaan tubuh akan terasa kurang nyaman karena gejala campak yang dialami. Ada beberapa cara yang dapat membantu imun tubuh melawan virus campak, antara lain :

  • Meningkatkan Asupan Cairan

Untuk menghindari dehidrasi, berikan banyak air minum pada anak. Konsumsi air mampu melegakan tenggorokan yang gatal karena batuk. Ingatlah bahwa saat tubuh mengalami demam, kebutuhan cairan pun akan meningkat.

  • Obat-obatan Saat dan Sesudah Campak Menyerang

Obat-obatan seperti antibiotik dan Vitamin A mungkin akan diresepkan oleh dokter sesudah gejala muncul. Selain itu, tersedia juga berbagai pilihan vaksinasi campak, seperti suntikan pencegah campak yang bisa diberikan 72 jam sesudah gejala muncul atau suntikan serum globulin imun untuk ibu hamil atau bayi sesudah enam hari terpapar virus. Bicarakan pada dokter untuk mengetahui jenis pengobatan yang sesuai untuk Anda atau anak.

  • Mengendalikan Demam dan Kurangi Rasa Nyeri

Secara umum, bagi orang dewasa mengalami demam dan rasa nyeri, konsumsi paracetamol/ibuprofen dapat dilakukan. Anda juga dapat memberikan paracetamol dalam bentuk cair pada anak Anda.

  • Mengobati Gejala Lainnya

Ada kemungkinan munculnya gejala yang serupa seperti pilek atau batuk. Konsumsi minuman hangat atau lakukan terapi menghirup uap untuk redakan gejala ini. Bagi anak kecil, Anda bisa memandikannya dengan air hangat. Minuman hangat mengandung madu dan jeruk limun dapat diberikan pada anak kecil. Ingat, bahwa pemberian madu sangat tidak disarankan bagi anak anak dibawah usia satu tahun.

  • Mengatasi Sakit Mata

Gunakan kain katun yang direndam air untuk membersihkan kotoran mata semasa infeksi campak. Mata pengidap campak bisa menjadi lebih sensitif pada cahaya. Untuk mengatasinya, tutup jendela dengan tirai atau ganti lampu yang lebih redup ketika malam hari.

  • Mewaspadai Kemunculan Penyakit Serius

Waspadai kemungkinan timbulnya komplikasi saat tubuh sedang berperang melawan infeksi ini. Tanda dan gejala munculnya kondisi lebih serius yaitu :

  1. Gejala dehidrasi, misalnya mulut kering atau frekuensi buang air kecil menurun
  2. Kesadaran menurun,  salah satunya ditandai dengan terus-menerus merasa kantuk
  3. Sakit pada bagian dada, terlebih ketika bernafas
  4. Kejang-kejang
  5. Batuk darah
  6. Sesak nafas
  7. Kebingungan

Hubungi dokter atau datangi langsung ke rumah sakit terdekat bila Anda atau anggota keluarga mengalami tanda dan gejala di atas.

Komplikasi Campak

Komplikasi dari campak dapat sangat berbahaya. Meskipun jumlah pengidap komplikasi campak sedikit, penyakit ini sangat harus diwaspadai. Contoh contoh komplikasinya yaitu radang pada telinga, pneumonia (infeksi paru paru), bronkitis, dan ensefalitis (infeksi otak).

Kelompok orang yang memiliki risiko alami komplikasi ialah:

  1. Bayi berusia dibawah 1 tahun
  2. Anak-anak dengan keadaan kesehatan buruk
  3. Orang dengan sistem imun yang lemah
  4. Orang dengan penyakit kronis

Pencegahan Campak

Vaksinasi MMR yaitu vaksin gabungan untuk gondongan, campak, dan campak Jerman. Vaksinasi MMR diberikan 2 kali. Pertama diberikan saat anak berusia 13 bulan, setelah itu diberikan saat mereka usia 5-6 tahun atau sebelum memasuki sekolah dasar.

Post by : jellygamatqnc.net

Penyakit Campak, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Save

Categorised in:

No comment for Penyakit Campak, Penyebab, Gejala, Bahaya dan Pengobatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *