Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Gejala Penyakit A-Z » Penyakit Asma, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Penyakit Asma, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

(49 Views) April 30, 2017 6:00 am | Published by | No comment

Penyakit Asma, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Penyakit Asma, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya – Asma merupakan jenis penyakit kronis (jangka panjang) pada saluran pernafasan yang ditandai oleh adanya peradangan dan penyempitan saluran nafas yang menyebabkan sesak atau sulit bernafas. Selain sesak nafas, penderita asma juga dapat merasakan gejala lain seperti batuk-batuk, nyeri dada, dan mengi. Asma dapat diderita oleh semua kalangan usia, baik muda maupun tua.

Penyakit Asma, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Meski penyebab pastinya belum diketahui, akan tetapi ada beberapa hal yang sering memicu penyakit asma, seperti debu, udara dingin, asap rokok, aktivitas fisik, bulu binatang, infeksi virus, atau bahkan terpapar oleh zat kimia.

Bagi mereka yang mempunyai penyakit asma, saluran pernafasannya cenderung sensitif jika dibandingkan orang lain yang tidak memiliki asma. Saat paru paru teriritasi oleh pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernafasan penderita asma bisa menjadi kaku dan membuat saluran nafas menyempit. Selain itu, bisa terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernafas semakin sulit dilakukan.

Penderita Asma di Indonesia..

Penderita Asma di Indonesia diperkirakan mencapai 4‚5% dari total penduduk, data ini diambil dari Laporan penelitian kesehatan dasar oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2013. Peringkat pertama penderita asma terbanyak diduduki oleh Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah 7‚8% dari total penduduk didaerah tersebut.

Sementara menurut data yang dikeluarkan WHO pada Mei 2014, angka kematian akibat asma di Indonesia mencapai 24.773 orang atau berkisar 1‚77% dari total jumlah kematian penduduk. Setelah dijalankan penyesuaian umur dari berbagai penduduk, data ini sekaligus menempatkan Indonesia di posisi ke-19 di dunia mengenai kematian akibat penyakit asma.

Penyebab Penyakit Asma

Secara pasti, penyebab asma masih belum bisa diketahui. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang bisa menjadi memicu kemunculan gejala penyakit asma, antara lain :

  • Infeksi paru paru dan saluran nafas yang umumnya menyerang saluran nafas bagian atas seperti flu
  • Alergen (tungau debu, bulu hewan, dan serbuk bunga).
  • Paparan zat di udara, seperti asap rokok, asap kimia, dan polusi udara.
  • Faktor kondisi cuaca, seperti cuaca berangin, cuaca dingin, cuaca panas yang didukung kualitas udara buruk, cuaca lembab, dan perubahan suhu secara drastis.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung sulfit (zat alami yang terkadang dipakai sebagai pengawet), seperti selai, makanan olahan, udang, minuman kemasan sari buah, makanan siap saji, bir, dan wine.
  • Aktivitas fisik (seperti olahraga).
  • Emosi yang berlebihan ( marah berlebihan, kesedihan berlarut-larut, dan tertawa terbahak-bahak).
  • Obat obatan, sebagai contoh obat pereda nyeri antiinflamasi nonsteroid (ibuprofen, naproxen, aspirin) dan obat penghambat beta (biasanya, diberikan kepada penderita hipertensi atau gangguan jantung).
  • Stres.
  • Interior ruangan yang berjamur, lembab, dan berdebu.
  • Alergi makanan (seperti kacang-kacangan).
  • Penyakit GERD (refluks gastroesofageal) atau penyakit dimana asam lambung kembali naik menuju kerongkongan sehingga akan mengiritasi saluran cerna bagian atas.

Untuk itu sangat penting Anda ketahui apa yang kerap menjadi pemicu munculnya gejala jika Anda merupakan seorang penderita asma. Setelah mengetahuinya, jauhi hal-hal tersebut karena itu adalah cara terbaik bagi Anda untuk mencegah terjadi serangan penyakit asma. Penyakit Asma, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Faktor-faktor Risiko Penyakit Asma

Saluran pernafasan orang yang mempunyai penyakiy asma cenderung sensitif dan mudah mengalami peradangan jika dibandingkan dengan orang normal saat teriritasi oleh pemicu pemicu yang sudah disebutkan di atas.

Ketika gejala penyakit asma muncul, saluran pernafasan akan menyempit dan otot otot disekitar saluran tersebut mengencang. Bukan hanya itu, ada peningkatan inflamasi pada lapisan saluran pernafasan dan produksi dahak yang semakin menambah sempitnya saluran pernafasan.

Dengan menyempitnya bagian bagian dari saluran pernafasan, maka udara bisa lebih sulit mengalir dan pengidap menjadi makin sulit bernafas.

Menurut riset, ada beberapa faktor yang bisa tingkatkan risiko seseorang terkena asma, yaitu :

  • Mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit asma atau alergi atopik (keadaan yang berhubungan dengan alergi, seperti alergi makanan dan eksim)
  • Menderita bronkiolitis atau infeksi paru paru ketika masih kecil
  • Lahir dengan berat badan dibawah normal, kurang dari 2 kg
  • Kelahiran prematur, terlebih jika memerlukan ventilator
  • Terpapar asap rokok ketika masih kecil. Dalam kasus ibu yang merokok ketika hamil, risiko anak untuk mengidap penyakit asma meningkat

Gejala Penyakit Asma

Gejala utama penyakit asma meliputi sulit bernafas (terkadang dapat membuat pengidap megap-megap), dada terasa sesak, batuk-batuk, dan mengi. Jika gejala tersebut kambuh, kerap kali pengidap asma menjadi sulit tidur.

Tingkat keparahan gejala penyakit asma bervariasi, mulai dari ringan sampai berat. Biasanya gejala akan memburuk di malam hari atau dini hari. Sering kali membuat pengidap asma menjadi sulit tidur dan kebutuhan inhaler akan semakin sering. Memburuknya gejala juga dapat dipicu oleh aktivitas fisik atau reaksi alergi.

Memburuknya gejala asma secara signifikan disebut serangan asma. Biasanya, serangan asma terjadi dalam kurun waktu 6–24 jam, atau bahkan bisa beberapa hari. Meskipun demikian, ada beberapa orang yang gejala asmanya memburuk dengan cepat kurang dari waktu tersebut.

Selain sulit bernafas, mengi dan sesak dada yang memburuk secara signifikan, tanda dan gejala lain serangan asma berat bisa berupa :

  • Inhaler pereda yang tak ampuh lagi dalam mengatasi gejala
  • Merasa lelah, pusing, atau mengantuk
  • Sulit tidur, bicara, dan makan akibat sulit bernafas
  • Denyut jantung meningkat
  • Bibir dan jari-jari terlihat biru
  • Gejala batuk, mengi dan sesak dada semakin sering dan parah
  • Adanya penurunan arus puncak ekspirasi

Jangan abaikan bila Anda atau keluarga Anda mengalami tanda dan gejala serangan asma di atas. Konsultasikan segera dengan dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Bahaya Komplikasi Penyakit Asma

Berikut merupakan dampak bahaya akibat asma yang bisa saja terjadi :

  • Masalah psikologis (stres, cemas, atau depresi)
  • Turunnya performadi pekerjaan atau di sekolah
  • Status asmatikus (keadaan asma parah yang tidak respon dengan terapi normal)
  • Pneumonia
  • Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.
  • Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru paru
  • Gagal pernapfasan
  • Tubuh merasa lelah.
  • Kematian

Itulah sedikit informasi terkait Penyakit Asma, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan membantu anda mendapatkan wawasan lebih mengenai penyakit asma.

Post by : jellygamatqnc.net

Penyakit Asma, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Categorised in:

No comment for Penyakit Asma, Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *