Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Artikel Kesehatan » Cara Menyembuhkan Skoliosis

Cara Menyembuhkan Skoliosis

(88 Views) April 23, 2017 9:00 am | Published by | No comment

Cara Menyembuhkan Skoliosis

Cara Menyembuhkan Skoliosis – Skoliosis merupakan kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tak normal. Skoliosis cenderung terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas dengan kisaran umur 10-15 tahun. Anak laki-laki dan perempuan mempunyai risiko yang sama untuk menderita skoliosis ringan, akan tetapi anak perempuan cenderung rentan untuk mengalami perburukan gejala, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih memadai.

Cara Menyembuhkan Skoliosis

Walaupun kebanyakan kasus skoliosis menimpa anak-anak sifatnya ringan dan tidak membutuhkan perawatan, tapi tetap harus diawasi dan disarankan untuk melakukan X-ray dengan rutin untuk mengetahui perkembangan penyakit dan menghindari komplikasi lanjutan.

Biasanya, kesulitan ketika bernapas dan sakit hebat akan dirasakan oleh pengidap skoliosis remaja dan dewasa bila tulang belakang yang melengkung semakin parah. Maka dari itu, deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah penyakit mencapai tingkat keparahan lebih lanjut. Cara Menyembuhkan Skoliosis

Tanda dan Gejala Skoliosis

Tanda dan gejala skoliosis bisa dilihat dari perubahan penampilan pinggul, dada, atau bahu. Berikut adalah tanda dan gejala skoliosis yang bisa langsung dilihat dari penampilan fisik.

  • Salah satu pinggul terlihat lebih menonjol
  • Salah satu bahu lebih tinggi
  • Tubuh pengidap skoliosis akan mungkin condong ke satu sisi
  • Panjang kaki tak seimbang
  • Salah satu tulang belikat terlihat lebih menonjol

Penyakit ini bisa menyebabkan nyeri punggung, meskipun tidak semua pengidap skoliosis mengalami hal ini. Pengidap skoliosis dewasa akan lebih sering merasakan nyeri punggung di titik lengkungan, dan nyeri ini bisa bertambah bila kondisi lengkungan tulang belakang semakin buruk.

Nyeri yang dialami pengidap skoliosis bisa sangat beragam. Ada beberapa pengidap skoliosis yang mengalami rasa nyeri yang menjalar dari tulang belakang ke kaki, pinggul, bahkan tangan, terlebih ketika mereka berjalan atau berdiri. Rasa nyeri mereda bila mereka berbaring dengan punggung lurus atau pada salah satu sisi tubuh. Sebagian pengidap skoliosis ada yang merasakan nyeri punggung secara konstan, bagaimanpun posisi mereka. Selain nyeri pada punggung, pengidap skoliosis yang parah juga dapat mengalami kesulitan saat bernapas.

Skoliosis juga bisa mempengaruhi sistem saraf bila ujung saraf tertekan oleh salah satu atau lebih tulang belakang yng melengkung. Hal ini bisa menimbulkan kaki terasa lemah atau kebas, inkontinensia atau tak mampu menahan buang air kecil maupun besar. Sebagian pengidap skoliosis pria dapat mengalami disfungsi ereksi.

Tanda dan gejala skoliosis pada anak mungkin tidak disadari sebab biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri dan kemunculannya pun datang secara perlahan-lahan. Bila Anda menduga anak Anda mengalami tanda dan gejala skoliosis, segera temui dan konsultasikan pada dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut lagi. Cara Menyembuhkan Skoliosis

Penyebab Skoliosis

Penyakit skoliosis, kebanyakan tidak dapat dicegah karena kerap kali kondisi ini tidak diketahui langsung penyebabnya. Berikut beberapa tipe skoliosis yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya seperti dibawah ini.

  • Skoliosis idiopatik, kasus skoliosis yang tidak diketahui penyebab pastinya ini disebut idiopatik. Skoliosis idiopatik tidak bisa dicegah dan tidak dipengaruhi oleh faktor postur tubuh, usia, maupun olahraga. Faktor keturunan diduga memainkan peranan penting dalam berlangsungnya kondisi ini. Skoliosis idiopatik diderita sebanyak 80% dari jumlah pengidap skoliosis.
  • Skoliosis degeneratif, terjadi akibat kerusakan bagian tulang belakang secara perlahan. Tipe ini menimpa orang dewasa sebab seiring bertambahnya usia, ada beberapa bagian tulang belakang yang menjadi lemah dan menyempit. Bukan hanya itu terdapat beberapa penyakit yang berkaitan dengan tulang belakang yang mampu sebabkan skoliosis degeneratif, seperti parkinson, osteoporosis, sklerosis multipel, motor neurone disease, dan rusaknya tulang belakang akibat operasi.
  • Skoliosis kongenital, atau bawaan disebabkan oleh tulang belakang yang tidak berkembang secara normal ketika bayi dalam kandungan.
  • Skoliosis neuromuskular, kelainan bentuk tulang belakang ini disebabkan oleh gangguan persarafan dan otot seperti penyakit distrofi otot atau lumpuh otak.

Diagnosis Skoliosis

Penyakit ini bisa didiagnosis oleh dokter melalui cara pemeriksaan fisik pada tulang belakang, bahu, tulang rusuk, dan pinggul untuk melihat dan memastikan apakah ada yang terlihat menonjol dari salah satu bagian tersebut

Tidak hanya itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan yang berkaitan dengan saraf, seperti memeriksa kenormalan refleks tubuh, kekuatan otot dan sensasi.

X-ray dapat dilakukan untuk melihat sudut Cobb atau sudut lengkung tulang belakang dan memastikan diagnosis penyakit skoliosis. Mungkin dokter ortopedi akan menyarankan untuk melakukan tes lanjutan bila diperlukan, seperti MRI scan atau CT scan, khususnya bila dicurigai adanya pemicu lain, seperti tumor. Cara Menyembuhkan Skoliosis

Perawatan Skoliosis

Perawatan skoliosis dilakukan akan didasari pada tingkat keparahan, lokasi usia, dan pola lengkungan, serta jenis kelamin pengidap. Ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut.

  • Observasi, dengan pemeriksaan fisik dan X-ray bisa dilakukan tiap 4-6 bulan untuk memantau perkembangan lengkungan. Kebanyakan penyakit skoliosis yang diderita anak-anak tidak parah dan tidak membutuhkan perawatan sebab tulang yang melengkung dapat kembali normal seiring dengan perkembangan anak.
  • Penyangga, dibutuhkan untuk menghentikan lengkungan tulang belakang bertambah parah. Walaupun tidak dapat menyembuhkan skoliosis, menggunakan penyangga dapat mencegah skoliosis bertambah parah.
  • Obat, biasanya diberikan kepada penderita skoliosis dewasa dengan tujuan untuk meredakan rasa sakit. Meski hanya untuk jangka pendek.
  • Operasi, hanya dilakukan bila perawatan skoliosis lainnya tidak berhasil. Operasi bisa memperkuat tulang belakang dengan menggunakan sekrup dan tangkai baja. Namun, operasi mempunyai beberapa risiko, seperti penderita mengalami pergeseran tangkai baja, pembekuan darah, infeksi dan kerusakan saraf.

Selain obat obatan dan operasi, berolahraga secara rutin atau fisioterapi sangat disarankan dokter untuk melenturkan tubuh dan menguatkan postur.

Komplikasi Skoliosis

Komplikasi akibat skoliosis bisa terjadi bila tidak ditangani dengan baik dan tepat, akan tetapi hal ini jarang terjadi. Berikut adalah beberapa komplikasi skoliosis yang akan mungkin terjadi.

  • Masalah jantung dan paru-paru, pada kasus skoliosis yang parah atau tulang belakangnya melengkung lebih dari 70┬║ akan mengalami kesulitan saat bernapas dan jantung akan kesulitan saat memompa darah ke seluruh tubuh sebagai akibat tertekannya jantung dan paru-paru oleh rongga dada. Keadaan ini dapat mengakibatkan pengidap terserang pneumonia hingga gagal jantung.
  • Masalah punggung, nyeri pada punggung dalam jangka panjang dan artritis biasanya menimpa orang dewasa yang ketika kecil mengalami kondisi penyakit skoliosis.
  • Masalah saraf, pengidap dewasa dengan keadaan tulang menekan saraf berpotensi mengalami komplikasi seperti┬á kaki lemas atau mati rasa, nyeri punggung, tidak bisa menahan membuang air seni atau tinja, hingga kesulitan ereksi untuk pria.

Bukan hanya dari segi medis, pengidap kerap mengalami depresi disebabkan postur tubuh yang tak sama dengan orang disekitarnya. Dukungan dari keluarga serta lingkungan sekitar sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Cara Menyembuhkan Skoliosis

Categorised in:

No comment for Cara Menyembuhkan Skoliosis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *